Dimulai dari pengertian J2EE, J2EE itu sendiri merupakan singkatan dari
Java 2 Enterprise Edition yang mana adalah
sebuah
standarisasi dalam pengembangan aplikasi yang terdiri dari modul-modul dan
dijalankan diatas server aplikasi (application server).
Application
server ini memungkinkan kita untuk membuat aplikasi berskala enterprise dengan
lebih mudah karena application server sudah menyediakan berbagai fasilitas yang
siap untuk digunakan sebagai pendukung aplikasi kita.
Contoh application server adalah :
1. Glassfish,
2. Oracle AS,
3. JBoss,
4. IBM Websphere,
5. JRun,
5. JOnAS, dll.
1. Glassfish,
2. Oracle AS,
3. JBoss,
4. IBM Websphere,
5. JRun,
5. JOnAS, dll.
Apache Tomcat
adalah salah satu webserver untuk aplikasi web Java yang cukup terkenal, tapi
bukan termasuk Java EE application server karena tidak menyediakan semua
service yang ada di spesifikasi Java EE.
Komponen dari
J2EE, J2EE komponen adalah unit-unit program yang mempunyai kualitas tertentu. Komponennya
: Client, web, bisnis.
Pusat dari konsep aplikasi J2EE adalah container,
semua komponen J2EE tanpa container
yang sesuai, tidak akan dapat dijalankan.
J2EE Component
J2EE Container Component
Istilah dari Tiap Component :
- JDBC adalah Java Database Connectivity menyediakan jembatan untuk melakukan akses terhadap database
- JNDI adalah java naming and directory interface menyediakan sebuah cara untuk mengidentifikasi lokasi sebuah komponen atau resource yang lain dalam sebuah jaringan
- java messaging service ( JMS ) menyediakan servis untuk dapat melakukan komunikasi yang bersifat asynchronous , dengan sistem komunikasi berupa pesan .
- TA adalah Java Transction API memungkinkan untuk mengaksesTransaction Service.
- java mail ditunjukan untuk menyediakan servis e-mail , dengan menggunakan java
- RMI-IIOP adalah Java Remote Method Invocation (RMI) interface overthe Internet Inter-Orb Protocol ) model yang dapat digunakan pengembang untukprogram dalam bahasa Jawa untuk bekerja dengan antarmuka RMI, tetapimenggunakan IIOP sebagai transportasi yang mendasarinya.
- JAF adalah javabeans activation framenetwork Ekstensi standart, pengembang yang menggunakan teknologi java dapat mengambil keuntungan dari layanan standar untuk menentukan jenis data .
Java Beans merupakan
komponen model java yang mendukung prinsip reusability pada proses perangkat
lunak. Kelebihan yang lainnya, dapat dimanipulasi secara visual menggunakan
builder tool dan memungkinkan pengguna untuk membangun aplikasi secara mudah.
EJB Container
Fungsi
dari EJB Container :
1.
Merupakan interface antara
bean dan dunia luar. Enterprise Beans tidak dapat berfungsi di luar container.
2.
Client mengakses bean
melalui container,
3.
Mengatur semua aspek dari
enterprise bean, yakni remote access, security, persistence, transaction,
concurrency.
Web
Container
Menurut spesifikasi J2EE, dikenal EJB Container, Web Container dan Application Server. Web Container adalah services yang dijalankan oleh suatu Java Application Server khususnya untuk services yang compliance/kompatibel dengan Servlet dan JSP. Selain menjadi services oleh Java Application Server, Web Container dapat berdiri sendiri. Contoh Web Container adalah Tomcat, ServletExec, Resin, Jrun, Blazix. Web Container juga dapat bekerja sama dengan web server, misalnya Tomcat dengan Apache, Jrun dengan IIS.
Applet
Container
Merupakan salah satu jenis
program yang dapat dihasilkan oleh bahasa pemprograman Java selain program
aplikasi dekstop dan server. Applet Java harus dijalankan melalui web browser,
misalkan di IE, mozilla, crome, dll. Applet java dapat disertakan di dalam
dokumen HyperText Markup Language(HTML).
Application client container
Merupakan pengatur eksekusi komponen aplikasi klien.
Aplikasi klien dan kontainernya berjalan di klien.
Aplikasi web dengan J2EE dapat dibangung
dengan menggunakan :
1.
Java runtime environment
2.
JSP page and servlet
3.
Komponen server side
4.
Static HTML
5.
Client side java Applets
Konsep klien server
Client :
1.
Browser.
2.
Hanya merupakan interface yang
digunakan oleh user.
3.
Meminta data pada server.
Server :
1.
Data yang dibutuhkan user untuk
operasi.
2.
Logika aliran data.
Arsitektur Client-Server
Pada dasarnya, server menerima permintaan-permintaan
dari para client web browser dan kemudian meresponnya. Beberapa permintaan yang
datang dari client disertai nama dan alamat item yang client cari, sebagaimana
beberapa data user yang disediakan. Server menerima permintaan tersebut, memprosesnya,
dan kemudian merespon data yang dicari oleh client atau sebuak kode error yang
mengindikasikan bahwa item tidak terdapat pada server atau jika terjadi
beberapa error lain.
Tugas browser adalah
menyediakan user sebuah interface dimana akan meminta server dan menampilkan
respon dari server.
Ketika user meminta server (sebagai contoh,
mendapatkan dokumen, atau mungkin mengirim (submit) sebuah form),
browserlah yang memformat permintaan tersebut ke dalam sesuatu yang server
dapat mengerti. Begitu server telah selesai memproses permintaan dan kemudian
mengirim respon, browser mengambil data yang diperlukan dari respon yang
diberikan server dan kemudian merendernya untuk ditampilkan ke user.
HTML
Sebuah singkatan dari Hypertext
Markup Language. HTML dapat dimengerti sebagai sebuah kumpulan
perintah-perintah untuk web browser tentang bagaimana menampilkan isi ke user.
Itu merupakan standar terbuka yang telah di update oleh W3C atau World Wide
Web Consortium.
HTTP
HTTP singkatan dari “HyperText
Transfer Protocol“. Merupakan sebuah protokol jaringan dengan fitur-fitur
Web-specific yang berjalan pada bagian teratas dari dua lapisan protokol lain,
TCP dan IP. TCP adalah sebuah protokol yang bertanggung jawab memastikan file
telah dikirim dari akhir network telah lengkap dikirmkan, berhasil pada
tujuannya.
HTTP Requests
Permintaan-permintaan dari
client ke server berisikan informasi tentang macam-macam data yang user
inginkan. Salah satu item informasi yang dienkapsulasi pada permintaan HTTP
adalah sebuah nama method. Ini memberitahu server macam-macam permintaan
yang dibuat, sebagaimana sisa pesan dari client diformat. Ada dua protokol yang
mungkin akan Anda gunakan : GET dan POST.
GET
GET adalah
method HTTP paling sederhana dan digunakan sebagian besar untuk meminta
resource tertentu dari server, apakah berupa halaman web, file gambar grafis,
atau sebuah dokumen, dan lain-lain.
GET dapat
juga digunakan untuk mengirim data di atas server, meskipun demikian hal itu
mempunyai batasan-batasan. Jumlah total karakter yang dapat dienkapsulasi ke
dalam permintaan GET adalah terbatas, sehingga untuk situasi dimana
banyak data perlu dikirimkan ke server, tidak semua pesan dapat disampaikan.
POST
Jenis lain dari method
permintaan yang pasti akan digunakan adalah permintaan POST. Jenis
permintaan ini didesain seperti browser dapat membuat permintaan kompleks dari
server. Mereka didesain sehingga user, melalui browser, dapat mengirim banyak
data ke server. Form kompleks secara umum dicapai dengan menggunakan permintaan
POST, sebagaimana form sederhana yang memelukan proses upload file ke
server.
Satu perbedaan yang nyata antara
method GET dan POST terletak pada cara mengirimkan data ke
server. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, GET hanya menambahkan data
ke URL yang akan mengirim. POST, di sisi lain, mengenkapsulasi atau
menyembunyikan data di dalam body pesan (message body) yang dikirim. Ketika
server menerima permintaan dan menentukan bahwa itu merupakan sebuah permintaan
POST, dapat dilihat dari body pesan data tersebut.
HTTP Response
HTTP merespon dari server
yang berisi headers dan body pesan, seperti yang permintaan HTTP lakukan.
Mereka menggunakan kumpulan header yang berbeda, meskipun demikian disini kita
tidak perlu terlalu dalam membahasnya secara detail. Cukup dengan mengatakan
bahwa headers berisi informasi tentang protokol HTTP yang digunakan pada
server, sebagaimana tipe dari isi yang dienkapsulasi ke dalam body pesan. Nilai
dari tipe isi adalah MIME-type. Ini akan memberitahu browser jika pesan
berisi HTML, gambar, atau tipe lainnya.
Sumber : google.com, Wikipedia
Sumber : google.com, Wikipedia


0 komentar:
Posting Komentar